Poin Utama Berita
- Antrean Pertalite di SPBU Kartini, Kota Palu, mengular hingga sekitar 250 meter hingga Jumat sore, 21 Agustus 2026.
- Pengendara roda dua dan roda empat mengaku harus menunggu berjam-jam, bahkan sebagian telah mengantre sejak pagi.
- Antrean panjang memicu kekesalan warga dan sopir karena menghabiskan waktu serta mengganggu aktivitas mereka.
- Kondisi di lapangan berbanding terbalik dengan klaim Pertamina yang sebelumnya menyatakan stok Pertalite di Palu dan sekitarnya dalam kondisi normal.
- Antrean belum sepenuhnya terurai hingga sore, sehingga persoalan distribusi dan akses Pertalite masih menjadi sorotan masyarakat.
Palu, Caralain.id – Antrean kendaraan roda empat dan roda dua di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan RA Kartini, Kota Palu, masih terjadi hingga Jumat sore, 21 Agustus 2026.
Pantauan caralain.id di lokasi, sejumlah kendaraan terlihat memadati jalur antrean untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite di Jalan Kartini dan Jalan Nokilalaki. Pengendara Roda 4 dan Roda 2 harus menunggu cukup lama sebelum mendapatkan giliran mengisi bahan bakar.
Kondisi ini terjadi di tengah pernyataan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang sebelumnya memastikan ketersediaan Pertalite di Kota Palu dan sekitarnya dalam kondisi normal. Pertamina juga menyatakan telah melakukan percepatan penyaluran untuk mempercepat akses masyarakat terhadap BBM.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan antrean masih berlangsung hingga sore. Panjangnya antrean kendaraan bahkan memanjang hingga sekitar 250 meter dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU yang notabene krodit ketika sore hari.
Seorang sopir mengaku telah mengantre sejak pagi dan belum mendapatkan BBM hingga sore ini.
“Saya sudah antre dari pagi, sampai sore belum juga selesai. Capek torang menunggu, apalagi antreannya panjang sekali. Kalau memang stok Pertalite normal, kenapa kami harus menunggu berjam-jam seperti ini?” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga yang mengaku mulai mengantre sejak siang.
“Dari siang saya sudah antre. Sampai sekarang masih belum dapat giliran. Kami ini cuma butuh BBM untuk bekerja, bukan datang ke SPBU lalu menghabiskan waktu berjam-jam di antrean,” keluhnya.
Pengendara kendaraan roda 2 yang sudah sekira satu jam ikut mengantri juga mempertanyakan kondisi distribusi Pertalite yang disebut normal.
“Di berita katanya stok normal, tapi kenyataannya lihat sendiri antreannya sampai panjang begini. Kami berharap ada penjelasan yang jelas dari pihak terkait, jangan masyarakat terus yang dirugikan,” kata Lukas yang kesehariannya sebagai Ojol.
Sementara itu, Bayu seorang sopir travel mengaku antrean panjang sejak pagi tadi berdampak dengan aktivitas dan pekerjaannya.
“Iya ini katanya baru masuk pertalitenya. Dari pagi sampai sore begini terus. Bukan cuma capek, kami juga rugi waktu dan pekerjaan.Akhirnya kami tidak bisa kerja antar penumpang. Kalau distribusinya memang normal, seharusnya kondisi seperti ini tidak terjadi,” tegasnya.
Hingga Jumat sore, antrean kendaraan di SPBU Jalan RA Kartini belum sepenuhnya terurai. Panjang antrean yang mencapai sekitar 250 meter menunjukkan akses masyarakat terhadap Pertalite di lapangan masih menghadapi kendala, meski stok sebelumnya dinyatakan dalam kondisi normal.













