Warga Soroti Mutu Aspal Proyek Jalan Samudera-Tanderante Rp492,5 Juta, PPK Akui Ada Titik Harus Diperbaiki

Kota Palu48 Dilihat
banner 468x60

 

Poin utama Berita

banner 336x280
  • Proyek jalan Rp492,5 juta disorot karena hasil aspal di sejumlah titik tampak bergelombang, kasar, dan berpasir.
  • Warga mempertanyakan kualitas pengerjaan, termasuk patching, tack coat, dan pemadatan sebelum hot mix.
  • PPK mengakui ada titik Jalan Tanderante yang harus diperbaiki dan telah memerintahkan rekanan serta direksi mengidentifikasi titik serta metode perbaikannya.
  • Progres pekerjaan Jalan Samudera 90% dan Jalan Tanderante 80%, masih dalam masa kontrak.
  • Warga meminta pengujian teknis, termasuk core drill, sebelum proyek dinyatakan selesai.

 

Palu, Caralain.id –  Proyek Peningkatan Jalan Kawasan Samudera yang mencakup Jalan Samudera dan Jalan Tanderante di wilayah Kecamatan Palu Barat dan Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, menuai sorotan warga. Proyek yang dikerjakan Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) tersebut dipertanyakan setelah kondisi sejumlah titik jalan yang baru dikerjakan terlihat tidak merata, bergelombang, berpori hingga berpasir.

Proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palu Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp492.500.000. Berdasarkan dokumen kontrak tertanggal 2 Juli 2026, pekerjaan fisik ditargetkan selesai dalam waktu 135 hari kalender. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV. Palu Mandiri Sejati sebagai penyedia jasa, dengan pengawasan teknis oleh konsultan supervisi CV. STB64.

Namun, kondisi di lapangan justru memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan. Pada sejumlah bagian jalan, permukaan aspal terlihat kasar, berpori dan bergelombang. Bahkan, pada beberapa titik permukaan tampak mengeluarkan butiran seperti pasir meski pekerjaan masih dalam tahap pelaksanaan.

Warga yang berada di sekitar lokasi menduga sejumlah tahapan penting dalam pekerjaan pengaspalan ulang atau overlay tidak dilakukan secara optimal. Salah satu yang menjadi sorotan adalah tidak terlihatnya proses penambalan lubang pada lapisan aspal lama atau patching sebelum material hot mix baru dihamparkan.

Warga juga mempertanyakan penggunaan cairan perekat atau tack coat sebelum penghamparan lapisan aspal baru.

Pengerjaan terkesan dikejar tayang mengejar persenan progres pak. Lubang lama tidak ditambal, itu yang di bawah coba komiu lihat. Akibatnya, di beberapa titik jalan langsung bergelombang mengikuti kontur jalan lama yang rusak, ujar salah seorang warga Jalan Samudra yang enggan disebutkan namanya.

Sorotan warga juga mengarah pada proses pemadatan atau compaction. Permukaan jalan yang terlihat berpori dan berpasir dinilai menunjukkan bahwa proses pemadatan perlu diperiksa kembali secara teknis.

Pemadatannya kurang maksimal dan pengerjaannya terburu-buru. Kalau tidak segera diperbaiki sebelum proyek 100 persen, jalan ini dipastikan cepat hancur,” tutur warga lainnya.

Warga meminta Dinas PU Kota Palu dan konsultan pengawas tidak terburu-buru melakukan Serah Terima Pertama Pekerjaan (PHO) sebelum seluruh pekerjaan dinyatakan memenuhi persyaratan. Mereka juga meminta dilakukan pengujian teknis, termasuk core drill, untuk memastikan ketebalan dan kepadatan lapisan aspal.

Namun, sorotan tersebut mendapat respons dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Kota Palu, Angky. Dihubungi melalui WhatsApp,Jumat(11/9/2026), Angky mengakui terdapat sejumlah titik pada Jalan Tanderante yang memang akan diperbaiki.

Tanderante memang ada beberapa titik mau diperbaiki. Saya sudah sudah instruksikan kemarin ke pihak rekanan dan direksi untuk diidentifikasi STA mana saja yang perlu diperbaiki dan metode perbaikannya,” ujarnya melalui WhatsApp.

Angky menjelaskan, pekerjaan Jalan Samudera dan Jalan Tanderante masih berada dalam masa kontrak. Ia menyebut progres pekerjaan Jalan Samudera telah mencapai sekitar 90 persen, sedangkan Jalan Tanderante sekitar 80 persen.

Untuk pekerjaan Jl. Samudera (progres 90%) dan Jl. Tanderante (progres 80%) masih dalam masa kontrak (pelaksanaan pekerjaan),” katanya.

Menurut Angky, proses identifikasi terhadap titik-titik yang membutuhkan perbaikan juga sedang dilakukan. Ia bahkan meminta media untuk bertemu langsung di lokasi agar temuan yang dipersoalkan dapat ditunjukkan dan dikonfirmasi bersama.

Lebih bagus lagi kalau kita ketemu di lokasi supaya bisa langsung ditunjukan temuan titik mana saja yang di maksudkan, biar bisa saya konfirmasi sekalian,” katanya melalui WhatsApp, Jumat (11/9/2026).

Upaya untuk melakukan konfirmasi langsung kemudian dilakukan. Media menghubungi Angky melalui sambungan telepon dan WhatsApp sekitar pukul 10.00 WITA pada Sabtu (12/9/2026) sesuai rencana pertemuan. Namun, panggilan telepon tidak mendapat jawaban meski telepon disebut dalam kondisi berdering.

Baru sekitar pukul 13.29 WITA, Angky memberikan respons melalui WhatsApp.

Siang.. maaf baru balas, lagi ba bongkar mesin mobil saya jadi baru pegang HP. Di lokasi ada pengawasku sama konsultan lagi identifikaai lokasi tadi pagi,” tulisnya.

Media ini kemudian menunggu hingga sekitar pukul 15.00 WITA di lokasi ,namun hingga batas waktu tersebut, tidak tampak adanya upaya dari pihak pengawas maupun konsultan supervisi untuk menemui media dan menunjukkan secara langsung titik-titik yang disebut membutuhkan perbaikan.

Padahal kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam proses konfirmasi lapangan, mengingat sebelumnya PPK menyampaikan bahwa pengawas dan konsultan tengah melakukan identifikasi terhadap sejumlah titik pekerjaan yang perlu diperbaiki. Hingga media meninggalkan lokasi, belum diperoleh penjelasan langsung dari pengawas maupun konsultan mengenai hasil identifikasi, titik pekerjaan yang akan diperbaiki, maupun metode perbaikan yang akan dilakukan.

Jika memang terdapat titik yang harus diperbaiki, publik juga berhak mengetahui berapa titik yang ditemukan, apa penyebab kerusakannya, metode perbaikan apa yang digunakan, serta siapa yang bertanggung jawab terhadap biaya perbaikannya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *