Pengamat ketenagakerjaan: Kecelakaan Kerja My Kopi O Palu Harus Jadi Evaluasi Serius Keselamatan Kerja

Kota Palu29 Dilihat
banner 468x60

Poin Utama Berita

  • Kecelakaan kerja yang menewaskan karyawan My Kopi O Palu menjadi sorotan penerapan K3.
  • Pengamat ketenagakerjaan Suhuludin Madulay meminta penyelidikan dilakukan menyeluruh.
  • Pemeriksaan harus mencakup kondisi lift, SOP, pemeliharaan, pelatihan, dan pengawasan pekerja.
  • Dugaan lift mengalami kerusakan perlu diperiksa, namun tidak boleh langsung disimpulkan sebagai kelalaian.
  • Peralatan yang rusak harus dihentikan penggunaannya sampai dinyatakan aman.
  • Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama perusahaan.
  • Kasus ini diharapkan menjadi evaluasi K3 agar kecelakaan serupa tidak terulang.

 

Palu, Caralain.id – Kecelakaan kerja yang menewaskan seorang karyawan My Kopi O Palu setelah terjepit lift barang di lantai tiga harus menjadi perhatian serius terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan usaha.

Pengamat ketenagakerjaan, Suhuludin Madulay menilai, setiap kecelakaan kerja yang menyebabkan hilangnya nyawa pekerja tidak cukup hanya dilihat sebagai musibah, tetapi perlu ditelusuri secara menyeluruh untuk mengetahui apakah terdapat persoalan pada kondisi peralatan, prosedur operasional, pengawasan maupun penerapan standar keselamatan kerja.

banner 336x280

“Peristiwa ini harus menjadi evaluasi menyeluruh. Yang perlu dipastikan adalah apakah seluruh peralatan kerja, termasuk lift barang, telah melalui pemeriksaan dan pemeliharaan secara berkala serta apakah pekerja mendapatkan prosedur dan pelatihan keselamatan yang memadai,” ujar Suhuludin, Minggu (9/9/2026).

Menurutnya, apabila benar terdapat informasi bahwa lift barang tersebut sebelumnya mengalami gangguan atau kerusakan, maka kondisi tersebut perlu menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. Namun, kesimpulan mengenai adanya kelalaian tidak boleh dibuat sebelum seluruh fakta dan bukti diperiksa oleh pihak berwenang.

“Jangan terburu-buru menyimpulkan siapa yang salah. Yang paling penting sekarang adalah memastikan fakta di lapangan, memeriksa kondisi lift, SOP penggunaan, riwayat pemeliharaan, hingga sistem pengawasan terhadap pekerja,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa keselamatan pekerja merupakan tanggung jawab bersama antara pengusaha, pengelola tempat kerja dan pekerja. Peralatan yang berpotensi membahayakan harus segera dihentikan penggunaannya apabila ditemukan kerusakan dan hanya boleh kembali digunakan setelah dinyatakan aman.

“Nyawa pekerja harus menjadi prioritas. Jangan sampai sebuah peralatan yang bermasalah tetap digunakan hanya karena alasan operasional atau mengejar target pekerjaan,” tegasnya.

Pengamat berharap kasus tersebut tidak berhenti pada proses penanganan kecelakaan semata, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi penerapan K3 di seluruh tempat usaha, khususnya restoran, hotel, pusat perbelanjaan dan sektor usaha lain yang menggunakan lift barang atau peralatan mekanis.

“Setiap kecelakaan harus menjadi pelajaran. Kalau ada celah dalam sistem keselamatan, harus segera diperbaiki agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan tidak ada lagi pekerja yang kehilangan nyawa ketika sedang mencari nafkah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *