Poin Utama Berita
Peringatan 138 tahun Perlawanan Rakyat Kayumalue digelar 19–20 September 2026 dengan rangkaian kegiatan budaya dan olahraga yang melibatkan masyarakat.
- Kegiatan diisi tahlil bersama, kesenian tradisional, jalan santai, senam sehat, musik, dan perahu layar tradisional.
- Komunitas Sanggar Seni Kumbili akan menampilkan tari dan lagu dalam rangkaian acara.
- Jalan santai gratis dan terbuka untuk masyarakat umum, dengan hadiah utama sepeda listrik.
- Persiapan kegiatan telah mencapai 85 persen.
- Peringatan menjadi momentum mengenang sejarah perlawanan Kayumalue sekaligus melestarikan budaya lokal.
Palu, Caralain.id – Peringatan 138 tahun perlawanan rakyat Kayumalue terhadap penjajahan akan digelar pada 19–20 September 2026 dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan. Agenda tersebut diisi tahlil bersama, kesenian tradisional, jalan santai, senam sehat, pertunjukan musik, hingga perahu layar tradisional.
Ketua Komunitas Pemerhati Budaya Kayumalue, Hardianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah perlawanan rakyat Kayumalue, tetapi juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali kesenian tradisional. Kesenian tradisional akan ditampilkan oleh Komunitas Sanggar Seni Kumbili di Kayumalue.
“Ada tari oleh teman-teman dari Komunitas Sanggar Seni Kumbili di Kayu Malue, dengan penampilan beberapa lagu yang dicoba digarap oleh teman-teman,” ujarnya.
Hardianto menjelaskan, kegiatan diawali dengan tahlil bersama pada 19 September 2026 malam. Selanjutnya, pada 20 September pagi, masyarakat akan mengikuti jalan santai yang dimulai dari Lapangan PSK Kayumalue menuju lokasi kegiatan di Kelurahan Pajeko, kemudian dilanjutkan dengan senam sehat dan berbagai kegiatan lainnya.
Menurut Hardianto, jalan santai tersebut terbuka bagi masyarakat umum dan tidak dipungut biaya. Peserta juga berkesempatan mendapatkan hadiah melalui kupon yang dibagikan di lapangan, dengan hadiah utama berupa sepeda listrik serta sejumlah hadiah lainnya. Ia menambahkan, persiapan kegiatan saat ini telah mencapai sekitar 85 persen dan diharapkan seluruh rangkaian berjalan lancar sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali sejarah perlawanan Kayumalue.




