Jalan Untad I Rusak dan Tergenang, Warga Minta Drainase Segera Dibenahi

Uncategorized11 Dilihat
banner 468x60

Poin Utama Berita

  • Jalan Untad I di Tondo rusak dan tergenang, mengganggu aktivitas warga, mahasiswa, dan pengendara.
  • Aliran air terus menggenangi sisi jalan, sehingga warga meminta drainase segera dibenahi.
  • Pengendara harus memperlambat laju kendaraan untuk menghindari lubang, batu lepas, dan genangan.
  • Mahasiswa dan UMKM ikut terdampak karena Jalan Untad I merupakan akses padat menuju kawasan Untad dan permukiman.
  • Warga meminta perbaikan jalan sekaligus drainase, agar kerusakan tidak kembali terjadi akibat genangan air.

 

Palu, Caralain.id – Akses Jalan Untad I di sekitar perempatan lampu merah Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, dikeluhkan warga, mahasiswa, dan pengendara. Selain badan jalan yang mengalami kerusakan, aliran air di sisi jalan membuat sejumlah bagian jalan tergenang dan dinilai perlu mendapat penanganan, khususnya pada sistem drainase.

banner 336x280

Berdasarkan pantauan Caralain.id, Jumat (18/9/2026), kondisi jalan di lokasi terlihat mengalami kerusakan berupa aspal terkelupas, permukaan berbatu, lubang, serta aliran air yang menggenangi sisi jalan. Kondisi tersebut membuat pengendara, terutama pengguna sepeda motor, harus mengurangi kecepatan ketika melintas.

Perempatan Tondo merupakan salah satu titik lalu lintas yang cukup padat karena menghubungkan Jalan Soekarno-Hatta sebagai jalur utama Trans-Sulawesi dengan Jalan Untad I. Jalan tersebut menjadi akses menuju Universitas Tadulako (Untad), kawasan permukiman, indekos mahasiswa, dan sejumlah fasilitas publik.

Seorang warga Tondo, Martha, mengatakan kerusakan jalan semakin mengganggu karena aliran air tetap terjadi meski tidak turun hujan.

“Jalan di sini memang sudah cukup lama rusak. Biar tidak ada hujan air mengalir terus, lubangnya komiu lihat semakin dalam dan banyak, jadi kami yang melintas harus hati-hati, terutama pengendara motor,” ujar Martha.

Mahasiswa Untad, Cali, juga berharap kondisi akses menuju kawasan kampus mendapat perhatian. Tingginya aktivitas kendaraan membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintasi bagian jalan yang rusak.

“Kami hampir setiap hari lewat sini. Kalau jam masuk atau pulang kuliah kendaraan cukup ramai, sementara kondisi jalannya rusak dan harus pelan-pelan menghindari lubang,” ungkap Cali.

Keluhan juga disampaikan Ramlan, warga Perumahan BTN Korpri Bumi Roviga. Menurutnya, material batu dan genangan air di permukaan jalan membuat pengendara harus berkonsentrasi lebih saat melintas, terutama ketika arus kendaraan sedang padat.

“Kalau lewat sini harus ekstra hati-hati. Kita harus menghindari lubang dan genangan, tetapi di saat yang sama harus memperhatikan kendaraan dari arah lain. Kalau bisa dinas PU segera diperbaiki karena ini jalan yang ramai,” ujar Ramlan.

Ramlan menilai pembenahan tidak cukup hanya dengan memperbaiki permukaan jalan. Sistem drainase di sekitar perempatan Tondo juga perlu ditangani agar aliran air tidak kembali menggenangi badan jalan.

“Kalau hanya jalannya yang diperbaiki tetapi airnya masih terus mengalir dan menggenang di pinggir jalan, kemungkinan jalan akan cepat rusak lagi. Jadi kami berharap drainasenya juga diperbaiki supaya air bisa mengalir dengan baik,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi. Genangan air di sisi jalan dinilai mengurangi kenyamanan area usaha, terutama bagi masyarakat yang datang untuk membeli.

“Airnya sering mengalir dan menggenang di pinggir jalan. Ini membuat depan tempat kami berjualan becek dan kurang nyaman bagi pembeli. Kami berharap drainasenya dibenahi, bukan hanya jalan ditambal,” katanya.

Jalan di sekitar kawasan Universitas Tadulako tersebut sebelumnya termasuk dalam lingkup penanganan proyek Rekonstruksi Jalan Lingkar Dalam Kota Palu 1 yang dikerjakan PT Bumi Karsa pada 2024. Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tersebut berada di bawah pengawasan Kementerian PUPR dan ditujukan untuk mendukung konektivitas perkotaan di Kota Palu.

Warga, mahasiswa, pengendara, dan pelaku UMKM berharap pihak terkait segera memeriksa kondisi jalan serta sistem drainase di titik tersebut. Penanganan drainase dinilai penting agar aliran air dapat terarah dan tidak terus menggenangi jalan yang berpotensi mempercepat kerusakan permukaan serta mengganggu keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *