Poin Utama Berita
- Warga Palu mengalami kecelakaan tunggal di kawasan proyek drainase Jalan Lasoso, Minggu malam (16/8/2026).
- Kecelakaan diduga dipicu minim penerangan dan tidak adanya penanda pekerjaan yang memadai.
- Korban merupakan perempuan remaja dan kini dirawat di RS Anutapura Palu.
- Keluarga meminta pemerintah dan kontraktor segera memasang rambu, penerangan, serta pengaman proyek.
- Di lokasi terdapat tiga paket pekerjaan Dinas PU Kota Palu dengan nilai kontrak total lebih dari Rp3,3 miliar.
- Dinas PU dan pihak pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait kecelakaan dan pengamanan lokasi proyek.
Palu, Caralain.id – Seorang warga Kota Palu dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di kawasan proyek normalisasi dan perbaikan fungsi drainase di Jalan Lasoso, Kota Palu, Minggu malam (16/8/2026). Kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat minimnya penerangan serta tidak adanya penanda pekerjaan di sekitar lokasi proyek.
Informasi mengenai kejadian itu disampaikan melalui unggahan akun media sosial Info Kota Palu oleh pengguna bernama Hikmah Ladjidji. Dalam unggahannya, Hikmah menyebut korban merupakan keponakannya yang mengalami kecelakaan saat melintas dari arah SMA 4 Lasoso menuju akses Jalan Ponegoro. Dari video yang beredar, terlihat seorang perempuan remaja terjatuh dari sepeda motor di kawasan tersebut.
Dalam keterangannya, Hikmah mengungkapkan adanya tumpukan tanah di sekitar pengerjaan drainase dan jembatan penghubung. Kondisi lokasi disebut tidak dilengkapi penanda pekerjaan yang cukup bagi pengendara, sementara penerangan jalan juga minim sehingga kondisi proyek sulit terlihat oleh pengguna jalan pada malam hari.
“Mohon kepada pemerintah kota palu Hadianto Rasyid II Hadianto Rasyid .tadi malam keponakan saya mengalami kecelakaan (Jalan Dari SMA 4 Lasoso mau tembus ke jalan Ponegoro) Ada pengerjaan Drainase jembatan penghubung yang terdapat tumpukan tanah yang di sekitaran tempat tersebut tidak ada penanda pekerjaan buat pengendara dan jalanan gelap akhirnya di tumpukan tanah terus menyebrang ke sebelah ternyata kondisi jembatan belum tuntas,” tulis Hikmah dalam unggahannya.
Akibat kecelakaan tersebut, korban saat ini harus menjalani perawatan di RS Anutapura Palu. Pihak keluarga meminta pemerintah dan pihak kontraktor yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut segera memasang rambu, lampu penerangan, serta penanda keselamatan yang mudah terlihat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Olehnya kami keluarga melalui medsos ini kiranya pihak yg bertanggung jawab agar memberi tanda agar tidak terjadi kembali korban korban selanjutnya. Pasien sekarang di rawat di RS Anutapura semoga pemkot kota palu bisa memberikan perhatian dan Rasa Tanggung jawab atas tidak diperhatikannya SOP pembangunan sehingga orang2 pengendara tidak mengalami kecelakaan ataupun korban lainnya. terima kasih,” lanjutnya.
Untuk diketahui, tiga paket pekerjaan di kawasan Jalan Lasoso tersebut berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu dan bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Palu Mandiri Sejahtera dan CV Bangun Konstruksi. Dengan sumber dana APBD 2026. Ketiga pekerjaan tersebut yakni Peningkatan Jalan Kawasan Samudera dengan nilai kontrak sekitar Rp1,4 miliar, Rehabilitasi Jalan Tanderante–Jalan Kelapa Gading senilai Rp1.418.800.000, serta Rehabilitasi Berkala Jalan Lasoso (DBH Sawit) senilai Rp539.500.000.
Keberadaan sejumlah proyek infrastruktur di ruas tersebut membuat aspek keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian, terutama ketika pekerjaan berlangsung pada malam hari. Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu maupun pihak pelaksana terkait kondisi pengamanan lokasi, penyebab kecelakaan, dan langkah yang akan dilakukan setelah kejadian tersebut.













