Ironi Pendidikan di Sigi: Sekolah Satu Atap Rusak Parah di Tengah Gencarnya Program “Berani Cerdas”

Kabupaten Sigi31 Dilihat
banner 468x60

Poin Utama

  • Program Berani Cerdas yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan salah satunya perbaikan fasilitas sekolah.
  • Di lapangan masih ditemukan kondisi memprihatinkan, salah satunya di Kabupaten Sigi, tepatnya di Desa Kalukutinggu, Kecamatan Dolo Barat.
  • Dua sekolah satu atap, yaitu SD Inpres 2 Kaluku Tinggu dan SMP SATAP Negeri 12 Sigi, mengalami kerusakan cukup parah.
  • Atap bocor, seng terlepas akibat angin dan usia bangunan, serta jendela kayu yang banyak rusak dan patah.
  • Kondisi ini mengganggu proses belajar mengajar, terutama saat hujan, bahkan menyebabkan siswa terpaksa diliburkan.

Sigi, Caralain.id – Di tengah semangat Program Berani Cerdas yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan, kondisi memprihatinkan justru masih ditemukan di lapangan.

banner 336x280

Program tersebut mencakup berbagai intervensi pendidikan seperti beasiswa, Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), bantuan seragam sekolah, hingga perbaikan fasilitas belajar bagi sekolah yang membutuhkan. Namun, realitas berbeda terlihat di salah satu wilayah di Kabupaten Sigi.

Kondisi dua sekolah Satu Atap ( SATAP) yakni SD Inpres 2 Kaluku Tinggu dan SMP SATAP Negeri 12 Sigi saat ini sangat memprihatinkan. SMP Satu Atap (SATAP) adalah program pemerintah untuk mendekatkan akses pendidikan dengan menyatukan lokasi sekolah dasar (SD) dan SMP.

Pantauan media ini, bangunan sekolah satu atap tersebut nampak mengalami kerusakan serius. Atap sekolah bocor dan sebagian seng sudah terlepas akibat tertiup angin serta termakan usia. Kondisi ini membuat proses belajar mengajar terganggu, terutama saat hujan turun.

Tidak hanya itu, sejumlah jendela berbahan kayu juga tampak rusak parah, bahkan banyak yang patah dan tidak lagi berfungsi dengan baik. Kondisi ini membuat ruang kelas tidak lagi nyaman dan kurang layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

Salah seorang warga sekitar yang ditemui media ini Minggu, (3/5/2026), mengungkapkan bahwa kondisi kerusakan sekolah tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum mendapat perbaikan.

Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap para siswa yang harus rela terdampak oleh kondisi bangunan yang rusak, terutama saat musim hujan. Menurutnya, kerusakan seperti atap bocor dan jendela yang sudah tidak layak bukan hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan guru.

“Kasihan anak-anak, kalau hujan deras mereka sering diliburkan karena ruang kelas tidak bisa dipakai. Atapnya bocor,” ujar Nuraeni.

Selain itu, kondisi bangunan sekolah tersebut juga sudah tidak lagi masuk dalam kategori layak digunakan sebagai fasilitas pendidikan. Dinding-dinding kelas terlihat banyak mengalami retakan, sebagian bahkan tampak rapuh, kusam, dan mengalami kerusakan struktural yang cukup serius.

Kondisi ini membuat lingkungan belajar jauh dari standar kenyamanan dan keamanan yang seharusnya dimiliki oleh sebuah fasilitas pendidikan. Ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat siswa belajar dengan tenang justru berada dalam situasi yang mengkhawatirkan, terutama saat cuaca yang tidak bersahabat.

”Bangunan di SD Inpres 2 Kaluku Tinggu dan SMP SATAP Negeri 12 Sigi ini komiu lihat sudah sangat tidak layak. Jujur saja pak, jauh dari kata layak untuk menunjang aktivitas belajar mengajar kalau begini,”imbuhnya.

Dengan kondisi yang memprihatinkan di SD Inpres 2 Kaluku Tinggu dan SMP SATAP Negeri 12 Sigi yang berada dalam satu kompleks pendidikan tersebut, masyarakat berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi melalui dinas terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, segera turun tangan melakukan penanganan cepat. Hal ini agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman sesuai dengan tujuan Program Berani Cerdas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *