Poin Utama
- SPBU Bulu Cindolo diduga menyalurkan solar subsidi tidak sesuai ketentuan.
- Antrean dump truck terjadi hampir setiap malam hingga mengganggu arus lalu lintas Trans Sulawesi.
- Pengisian solar didominasi dump truck, sementara kendaraan pribadi kesulitan mendapatkan BBM.
- Warga menduga terjadi pelangsiran atau penyalahgunaan solar subsidi.
- Hingga berita diterbitkan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi belum memberikan tanggapan resmi.
Pasangkayu, Caralain.id – Aktivitas penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bulu Cindolo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, menjadi sorotan masyarakat. SPBU tersebut diduga melakukan penyaluran solar subsidi yang tidak sesuai dengan ketentuan, menyusul antrean panjang kendaraan dump truck yang terjadi hampir setiap malam dan memicu dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.
Pantauan tim media pekan kemarin saat melintas di kawasan tersebut, antrean puluhan dump truck terlihat memanjang di dalam maupun di luar area SPBU hingga larut malam. Sejumlah kendaraan bahkan terparkir di badan jalan sambil menunggu giliran mengisi solar subsidi. Kondisi tersebut mengganggu arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten Pasangkayu dengan Kabupaten Mamuju.
Saat aktivitas berlangsung, area pengisian didominasi kendaraan dump truck. Kendaraan pribadi yang hendak mengisi solar subsidi justru nyaris tidak terlihat dalam antrean. Proses pengisian berlangsung hingga malam hari.
Salah seorang pengguna kendaraan pribadi jenis Multi Purpose Vehicle (MPV), Wahid Muharam, warga Donggala yang hendak menuju Mamuju, mengaku kecewa dengan pelayanan di SPBU tersebut. Ia mengaku perjalanannya tertunda karena tidak mendapat kepastian kapan solar subsidi tersedia bagi kendaraan pribadinya.
“Saya jengkel juga, Pak. Antrean truk banyak dan mereka yang dilayani duluan. Padahal itu jelas-jelas truk industri. Bahkan saya lihat ada yang memakai tangki yang sudah dimodifikasi. Kami yang hanya numpang lewat untuk keperluan pribadi justru tidak dapat solar,” keluh Wahid.
Wahid meminta aparat penegak hukum segera melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas di SPBU tersebut agar dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi dapat diusut.
Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian maupun petugas Dinas Perhubungan secara berkala diperlukan untuk mengawasi pembelian BBM bersubsidi, mengurai kemacetan akibat antrean yang meluber ke jalan raya, menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan, serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Seharusnya ada petugas kepolisian dan Dishub yang melakukan pengawasan, meskipun tidak berjaga selama 24 jam. Kehadiran mereka penting untuk memastikan antrean tertib dan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Kondisi yang terus berulang tersebut memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa solar subsidi di SPBU Bulu Cindolo disalahgunakan atau dilansir untuk kepentingan lain.
Seorang warga lainnya yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku menduga adanya modus operandi penyelewengan BBM subsidi. Ia menyebut truk-truk tertentu kerap berada di lokasi setiap kali pengisian solar berlangsung.
Menurutnya, terdapat kendaraan yang diduga telah dimodifikasi dengan mengecat kepala truk berwarna biru menyerupai kendaraan operasional Pertamina untuk menyamarkan identitasnya.
“Dugaan kami praktik itu ada di sini, Pak. Kalau mau menginap di sini nanti kita tunggu, pasti ada mobil tangki siluman yang mengecat kepalanya menjadi biru. Bisa jadi ini modus operandi penyelewengan BBM bersubsidi,” ungkapnya.
Warga tersebut juga menyebutkan, saat aktivitas yang diduga sebagai pelangsiran berlangsung, area SPBU kerap tertutup oleh deretan dump truck sehingga proses pengisian tidak mudah terlihat dari luar.
Untuk mengonfirmasi dugaan tersebut, media ini telah berupaya menghubungi Senior Supervisor Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo. Namun hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp diketahui telah berstatus centang dua.




