Kerja di Kebun hingga Jahit Atap Demi Sepak Bola, Perjuangan Tinompo 2 Berbuah Tiket 8 Besar

banner 468x60

Morowali Utara, Caralain.id –  Keterbatasan biaya tak menyurutkan tekad para pemain Tinompo 2 untuk terus berjuang di turnamen sepak bola. Demi mempertahankan langkah tim dalam kompetisi, para pemain memilih bekerja secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan selama pertandingan.

Berbagai pekerjaan mereka lakoni, mulai dari membantu membersihkan kebun milik warga hingga menjahit atap yang kemudian dijual. Penghasilan dari pekerjaan tersebut digunakan untuk menopang kebutuhan tim selama menjalani babak penyisihan.

banner 336x280

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Tinompo 2 berhasil memastikan tempat di babak 8 besar dan dijadwalkan kembali menjalani pertandingan pada 5 September 2026.

Semangat para pemain yang berjuang dengan kemampuan sendiri itu kemudian mendapat perhatian dari Warda Dg Mamala, SE. Kepedulian tersebut muncul setelah mengetahui bagaimana para pemain berupaya mencari biaya untuk tetap mengikuti kompetisi.

Leni Lapasila mengatakan, seluruh anggota tim selama ini berusaha memenuhi kebutuhan pertandingan dengan bekerja di kebun masyarakat dan membuat jahitan atap untuk dijual.

“Kami selama ini kerja di kebun masyarakat dan jahit atap. Hasilnya kami jual untuk biaya selama babak penyisihan. Terima kasih banyak Ibu Warda Dg Mamala secara pribadi sudah membantu kami. Semoga ini menjadi semangat agar bisa lolos ke 4 besar,” ujar Leni Lapasila. Jumat (4/9/2026).

Sebelum mendapatkan bantuan, Leni bersama sejumlah pemain Tinompo 2 bahkan berinisiatif menemui Warda Dg Mamala. Mereka menawarkan tenaga untuk membantu pekerjaan apabila terdapat lahan yang membutuhkan pembersihan.

Langkah tersebut menjadi gambaran kegigihan para pemain Tinompo 2 dalam mempertahankan eksistensi tim di tengah keterbatasan finansial. Mereka tidak hanya mengandalkan dukungan dari pihak lain, tetapi berusaha mencari biaya melalui pekerjaan yang bisa dilakukan.

Semangat tersebut akhirnya mendapat apresiasi. Warda Dg Mamala memberikan bantuan sebesar Rp5 juta yang bersumber dari dana pribadinya untuk membantu kebutuhan tim Tinompo 2.

Bantuan tersebut diserahkan secara tunai melalui staf Warda Dg Mamala kepada pemain dan manajer Tinompo 2.

Bagi para pemain, dukungan tersebut menjadi suntikan motivasi menjelang pertandingan babak 8 besar. Setelah melewati fase penyisihan dengan perjuangan dan keterbatasan, Tinompo 2 kini menatap laga berikutnya dengan target melangkah lebih jauh.

Pertandingan pada 5 September 2026 menjadi kesempatan bagi Tinompo 2 untuk membuktikan hasil dari perjuangan mereka sekaligus menjaga peluang melaju ke babak 4 besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *