Timbunan Bahu Jalan Proyek Lolu–Kabobona Disorot, Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi dan Rawan Kecelakaan

Kabupaten Sigi26 Dilihat
banner 468x60

Poin Utama

  • Proyek penanganan ruas jalan long segmen Lolu–Kabobona di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, sepanjang 3,020 km tuai sorotan warga.
  • Material timbunan bahu jalan didominasi batu berukuran besar, bukan urugan pilihan (urpil) sesuai standar konstruksi.
  • Sejumlah titik bahu jalan terlihat tidak rata, bahkan ada bagian yang kosong tanpa timbunan.
  • Kondisi ini membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua saat malam hari karena minim penerangan.
  • Warga juga mengeluhkan perbedaan material timbunan di beberapa titik, termasuk adanya tanah bercampur akar kayu dan pecahan tegel.

Sigi, Caralain.id – Proyek penanganan ruas jalan long segmen Lolu–Kabobona di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, sepanjang 3,020 kilometer yang digadang-gadang mampu meningkatkan konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kini menuai sorotan.

banner 336x280

Pasalnya, meski progres pekerjaan pengaspalan telah rampung dan secara kasat mata timbunan bahu jalan terlihat hampir selesai, namun di lapangan masih ditemukan sejumlah pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.

Pantauan media ini, Kamis (21/5/2026), di beberapa titik pada bahu jalan proyek tersebut terlihat material timbunan yang digunakan bukan urpil (urugan pilihan) sebagaimana mestinya. Material yang tampak di lokasi justru didominasi batu berukuran besar dengan dimensi melebihi 10 sentimeter dan tidak memenuhi gradasi yang dipersyaratkan dalam pekerjaan konstruksi jalan.

Selain itu, kondisi timbunan bahu jalan juga terlihat tidak merata. Pada sejumlah bagian bahkan ditemukan area yang dibiarkan kosong tanpa timbunan, sehingga menciptakan perbedaan ketinggian cukup signifikan antara badan jalan dan bahu jalan.

Kondisi tersebut dinilai rawan membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua yang melintas pada malam hari maupun saat harus menepi untuk menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Permukaan bahu jalan yang tidak rata dan dipenuhi beberapa material batu besar berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Tidak hanya itu, papan informasi proyek di lokasi juga terlihat dalam kondisi rusak dan dibiarkan tergeletak di sekitar area pekerjaan.

Ahmad, salah seorang warga setempat yang sering melintasi jalur tersbut, mengaku khawatir dengan kondisi bahu jalan yang belum tertata baik, terlebih di lokasi tersebut belum tersedia penerangan jalan umum.

“Kalau malam cukup berbahaya, karena gelap dan bahu jalannya tinggi. Kalau pengendara tidak hati-hati bisa jatuh,” keluh Ahmad.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Ia menyoroti adanya perbedaan material timbunan bahu jalan di beberapa titik proyek.

“Justru yang arah ke Lolu di situ saya lihat pakai pecahan batu bahu jalannya, tapi yang mau ke arah Kabobona malah pakai tanah timbunan yang masih ada akar kayu dan pecahan-pecahan tehel saya lihat,” ungkap warga tersebut.

Warga menilai, apabila kondisi tersebut dibiarkan tanpa perbaikan, maka akan menimbulkan berbagai dampak serius. Selain meningkatkan risiko kecelakaan akibat permukaan bahu jalan yang tidak rata dan berbatu, material batu besar yang mencuat juga berpotensi merusak ban maupun bagian bawah kendaraan.

Tidak hanya itu, kondisi bahu jalan yang tidak stabil dikhawatirkan dapat memicu tergerusnya sisi perkerasan jalan utama. Jika terjadi erosi pada bahu jalan, maka stabilitas lapisan aspal juga dapat terganggu dan mempercepat kerusakan badan jalan.

Diketahui, proyek penanganan ruas jalan Lolu–Kabobona tersebut dikerjakan oleh CV Orion Putra Mandiri dengan nilai kontrak sebesar Rp7.334.400.000,00 (Tujuh miliar tiga ratus tiga puluh empat juta empat ratus ribu rupiah). Proyek ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2026 dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sigi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *