Belum Setahun, Saluran Irigasi Mepanga Hilir Mulai Rusak

banner 468x60

Poin Utama Berita

  • Saluran irigasi di Mepanga Hilir, Parigi Moutong, dilaporkan mengalami kerusakan meski proyek baru selesai pada awal 2026.
  • Kerusakan yang terlihat antara lain retakan, bagian permukaan saluran mengelupas, serta rumput dan semak liar yang menutupi saluran.
  • Warga mengaku belum melihat adanya perbaikan sejak proyek selesai.
  • Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu aliran air ke lahan pertanian dan aktivitas petani.
  • Masyarakat meminta pemeriksaan lapangan dan evaluasi kualitas pekerjaan untuk mengetahui penyebab kerusakan.
  • PPK Irigasi dan Rawa 2, Bayu Dirgantara, menyatakan akan menindaklanjuti laporan kerusakan.
  • Masyarakat juga mendorong pemeriksaan oleh lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum sesuai kewenangan jika ditemukan indikasi pelanggaran.

 

Parigi Moutong, Caralain.id – Sejumlah bagian saluran irigasi pada proyek rehabilitasi Daerah Irigasi atau D.I Kewenangan Daerah di Mepanga Hilir, Kabupaten Parigi Moutong, dilaporkan mengalami kerusakan meski pekerjaan tersebut baru selesai pada awal 2026.

banner 336x280

Berdasarkan pantauan sejumlah awak media, Senin(24/8/2026) terlihat retakan pada beberapa bagian saluran serta permukaan konstruksi yang mulai mengelupas. Sejumlah bagian saluran juga ditumbuhi rumput dan semak liar yang dinilai dapat mengganggu kelancaran aliran air menuju lahan pertanian warga.

Warga setempat mengatakan sejak proyek selesai, belum terlihat adanya pekerjaan perbaikan pada sejumlah bagian saluran yang mengalami kerusakan.

“Itu sudah banyak saluran yang  rusak dan patah, banyak rumput liarnya mas,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga lainnya juga berharap kerusakan tersebut segera ditangani agar tidak mengganggu fungsi saluran irigasi bagi petani.

“Semak belukar sudah kemana mana itu dan menutupi saluran,” ungkap warga tersebut.

Proyek rehabilitasi D.I Kewenangan Daerah tersebut merupakan bagian dari program infrastruktur irigasi yang dibiayai melalui APBN. Kondisi kerusakan pada saluran yang relatif baru tersebut memunculkan perhatian masyarakat mengenai kualitas pekerjaan dan pemeliharaan infrastruktur.

Sebelumnya, pelaksanaan proyek juga disebut mendapat sorotan dari sejumlah pihak terkait penggunaan material dalam pekerjaan. Namun, berbagai dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan teknis dan verifikasi dari pihak berwenang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa 2, Bayu Dirgantara, saat dikonfirmasi mengenai kondisi saluran irigasi tersebut melalui aplikasi WhatsApp, Senin(24/8/2026) mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Akan kami tindak lanjuti,” tulis Bayu.

Kerusakan infrastruktur irigasi menjadi perhatian karena saluran tersebut berfungsi mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan dapat mengganggu fungsi saluran dan berdampak pada aktivitas petani.

Masyarakat meminta instansi terkait melakukan pemeriksaan lapangan untuk mengetahui penyebab kerusakan sekaligus memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak.

Warga juga berharap Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulawesi Tengah serta aparat penegak hukum dapat melakukan pemeriksaan sesuai kewenangan apabila ditemukan indikasi pelanggaran dalam pelaksanaan proyek.

Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran negara dan kualitas pekerjaan proyek rehabilitasi irigasi berjalan sesuai ketentuan serta mendukung kebutuhan pertanian di Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *