Palu, Caralain.id – Kabel internet yang melintang di badan Jalan Tanggul Selatan, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, kembali memicu kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan. Dua warga, Fahry dan Fatir, menjadi korban setelah kendaraan yang mereka gunakan terlilit kabel pada Senin (10/8/2026) sore.
Insiden tersebut membuat keduanya terjatuh dari kendaraan. Fatir bahkan mengalami luka serius pada bagian leher setelah kabel yang melintang di jalan tersangkut di tubuhnya.
Orang tua korban, Dimas, mengecam kondisi kabel yang dinilainya semrawut dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Ia menduga kabel tersebut merupakan jaringan milik penyedia layanan internet.
“Anakku jadi korban kabel melintang di jalan. Fatir lewat naik motor, ada kabel nyangkut di lehernya, dia langsung lompat dari motor. Itu bahaya sekali,” ungkap Dimas kepada media ini, Selasa (11/8).
Dimas menyebut persoalan kabel yang tidak tertata bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut. Menurutnya, warga telah berulang kali menyampaikan keluhan serta melaporkan keberadaan kabel yang menjuntai dan melintang di jalur pengguna kendaraan.
“Yang jelas itu kabel internet bukan kabel listrik, karena kalau kabel listrik itu bisa lebih parah lagi. Kabel melintang begitu tidak hanya sekali, sudah beberapa kali juga banyak orang di sini mengeluh dan buat laporannya,” lanjut Dimas.
Ia meminta perusahaan penyedia layanan internet tidak mengabaikan aspek keselamatan dalam pemasangan maupun pemeliharaan jaringan. Menurut Dimas, kabel yang tidak ditata dengan baik dapat menjadi ancaman serius, khususnya bagi pengendara yang melintas.
“Semoga ini jadi perhatian provider siapapun itu fasilitas begitu seharusnya tidak jadi bahaya buat banyak orang kalau kerjanya rapi kepada pihak kelurahan untuk tidak sembarangan memberikan ijin untuk pemasangan kabel Internet,” ujarnya .
Sementara itu, pihak PLN Palu yang tidak menyebutkan namanya memastikan kabel tersebut bukan bagian dari jaringan milik PLN. Hal itu, kata dia, dapat dilihat dari ukuran kabel yang relatif kecil.
“Kabel tersebut bukan milik PLN, karena kecil kabelnya, mungkin itu kabel dari telkom , XL atau my republic, yang jelas bukan milik PLN,”tegasnya.
Terpisah, Lurah Birobuli Utara, Rini Suwarni, mengatakan pemasangan jaringan internet milik My Republic di wilayah tersebut sebelumnya telah memperoleh izin dari pihak kelurahan.
Rini mengaku akan meminta klarifikasi kepada pihak My Republic untuk memastikan kepemilikan kabel yang menyebabkan kecelakaan tersebut. Jika terbukti merupakan jaringan milik provider itu, pihak kelurahan akan meminta perusahaan segera melakukan penanganan dan lebih memperhatikan aspek keselamatan.
“Saya mau tanya kan ke provider my republic apakah ini kabel miliknya, kalau itu milik dari my republic pihaknya akan menegurnya, untuk lebih hati-hati lagi, karena sudah memakan korban,” ujar Lurah Birobuli Utara.













