Krisis Air Bersih di Huntap Bangga Kian Mendesak, Warga Mulai Tinggalkan Hunian

Kabupaten Sigi26 Dilihat
banner 468x60

Sigi, Caralain.id — Krisis air bersih di Hunian Tetap (Huntap) Desa Bangga, Kabupaten Sigi, semakin memprihatinkan. Warga di Dusun II kini mengalami kesulitan serius akibat sumber air yang telah mengering, memaksa sebagian dari mereka meninggalkan hunian tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Sigi dari Partai Gerindra, Fadlin, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan semakin memburuk dalam beberapa waktu terakhir.

banner 336x280

“Warga Dusun II Huntap saat ini sangat kesulitan mendapatkan air bersih, karena sumber air yang ada sudah kering. Alhamdulillah, Dinas Sosial sudah merespons dengan menurunkan armada untuk menyuplai air bersih,” ujarnya, Kamis(30/4/2026).

Menurut Fadlin, dampak dari krisis ini tidak bisa dianggap sepele. Keterbatasan akses air bersih membuat sebagian warga tidak mampu bertahan dan akhirnya memilih meninggalkan huntap demi memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Ia juga menyoroti persoalan mendasar dalam pembangunan Huntap Desa Bangga yang dinilai tidak dirancang secara menyeluruh sejak awal.

“Huntap Desa Bangga ini dibangun tidak satu paket dengan fasilitas air bersih atau sumur bor. Ini yang menjadi persoalan mendasar hingga saat ini,” tegasnya.

Fadlin mendorong adanya langkah cepat dan kolaboratif dari berbagai instansi untuk mengatasi krisis ini. Ia meminta agar BPBD Sigi serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) turut terlibat aktif dalam distribusi air bersih.

“Kami berharap dinas lain seperti BPBD dan Dinas PUTR juga bisa ikut membantu dengan menurunkan armada air bersih, agar kebutuhan warga Desa Bangga dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Sejauh ini, suplai air bersih masih bergantung pada distribusi darurat dari pemerintah daerah. Namun tanpa solusi permanen, krisis ini berpotensi terus berlanjut dan memperparah kondisi sosial warga Huntap Bangga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *