JIAT Tondo 2 Donggala Dorong Ketahanan Pangan Lewat Sistem Irigasi Air Tanah

Home23 Dilihat
banner 468x60

Donggala, Caralain.id – Kehadiran Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Tondo 2, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mulai mendapat perhatian luas. Program strategis nasional ini dinilai mampu menjadi solusi konkret bagi kebutuhan pengairan pertanian, sekaligus mendorong peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Pembangunan JIAT yang bersumber dari APBN Tahun 2025 ini dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu, dengan PT Nindya Karya, sebagai kontraktor pelaksana. Proyek ini menyasar dua dusun di Desa Tondo, dengan harapan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketersediaan air secara berkelanjutan.

banner 336x280

JIAT di Desa Tondo 2 memiliki kapasitas pengairan sekitar 20 hingga 40 hektar untuk satu sumur pompa, dengan potensi total layanan mencapai 417 hektar lahan persawahan di kawasan itu. Sistem ini dirancang sebagai irigasi berbasis air tanah untuk menjawab keterbatasan pasokan air, terutama di wilayah yang selama ini bergantung pada curah hujan.

Dengan adanya JIAT, petani tidak lagi hanya mengandalkan musim hujan untuk memulai tanam, tetapi dapat menerapkan pola tanam yang lebih teratur dan berpotensi meningkatkan indeks pertanaman dalam satu tahun.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku JIAT BWS Sulawesi III Palu, Andi Anugrah, mengatakan walaupun pembangunan sumur JIAT di Desa Tondo sempat mengalami penyesuaian lokasi. Namun diakui JIAT berjalan dengan baik karena merupakan sistem pengairan inovatif berbasis teknologi yang diharapkan memberikan dampak signifikan bagi sektor pertanian.

“Transformasi JIAT menjadi representasi sistem pengairan inovatif berbasis teknologi yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor pertanian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam proses awal pembangunan sempat ditemukan kendala teknis pada titik pengeboran yang berada di area sumber air panas. Namun setelah dilakukan pemindahan lokasi, hasil pengeboran menunjukkan ketersediaan air yang melimpah.

“Alhamdulillah, di titik baru sumber air sangat melimpah dan sangat mendukung kebutuhan irigasi,” katanya.

Untuk tahap awal, satu sumur pompa JIAT diperkirakan mampu melayani 20 hingga 40 hektar lahan sawah. Namun secara keseluruhan, potensi lahan pertanian di Desa Tondo mencapai 417 hektar, yang belum seluruhnya terjangkau sistem irigasi tersebut.

Meski begitu, pemerintah membuka peluang pengembangan tambahan melalui mekanisme usulan masyarakat dan pemerintah desa ke Dinas PUPR Kabupaten Donggala apabila masih terdapat lahan yang belum terlayani.

Kehadiran JIAT juga dinilai penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, karena mampu meningkatkan produktivitas, menekan risiko gagal panen akibat kekeringan, serta mengurangi biaya produksi petani.

Sejumlah petani di Desa Tondo menyambut baik program ini karena dianggap memberikan harapan baru bagi peningkatan hasil pertanian dan keberlanjutan sektor pangan di daerah tersebut.

Dengan pengembangan yang berkelanjutan, Desa Tondo 2 berpotensi menjadi salah satu kawasan pertanian produktif di Donggala yang dapat menopang kebutuhan pangan di Sulawesi Tengah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *