RSUD Anutapura Palu Klarifikasi Unggahan Viral Tuding Kondisi Alkes di ICU

Kota Palu15 Dilihat
banner 468x60

Poin Utama

  • Viral unggahan Facebook menuding alat kesehatan di ICU RSUD Anutapura Palu kotor.
  • Pihak RSUD Anutapura membantah dan menegaskan kondisi ICU bersih.
  • RSUD mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi tanpa verifikasi.

Palu, Caralain.id – Manajemen RSUD Anutapura Kota Palu memberikan klarifikasi terkait unggahan viral di media sosial Facebook yang menuding adanya alat kesehatan (alkes) kotor di ruang ICU rumah sakit tersebut, Sabtu (27/6/2026).

banner 336x280

Peristiwa ini bermula dari unggahan akun bernama Elisah Betty Tanmbunan yang mengklaim adanya kondisi alat kesehatan yang kotor di ruang ICU salah satu rumah sakit di Palu. Unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet dan diduga sebagian pihak mengarah pada RSUD Anutapura.

Unggahan itu menyebut kondisi Aesthetic Syringe Pump dalam keadaan kotor serta menyinggung peralatan medis lain di ruangan ICU. Hal tersebut kemudian memicu persepsi publik terkait kebersihan fasilitas kesehatan yang ada di rumah sakit tersebut.

                                               

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Anutapura, dr. Maria Rosa Da Lima Rupa, M.Biomed., membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa foto yang beredar bukan merupakan kondisi fasilitas ICU RSUD Anutapura.

“Ini ruang ICU Anutapura, tanpa sampiran. Ini Alat Syringe Pump RSUD Anutapura,” ujarnya saat menunjukkan langsung kondisi ruang ICU kepada awak media.

                                           

Adapun peristiwa tersebut terjadi di media sosial Facebook, yang kemudian berkembang menjadi isu publik terkait kebersihan fasilitas kesehatan di RSUD Anutapura Kota Palu.

                                 

(Ruang ICU RSUD Anutapura tanpa sampiran)

Pihak RSUD Anutapura juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial serta melakukan check and recheck terlebih dahulu sebelum mempublikasikan konten yang dapat menimbulkan kesalahpahaman dan opini negatif di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *