Melalui MoU tersebut, kedua perusahaan membuka peluang untuk menghadirkan layanan yang mampu menghubungkan informasi dari lapangan dengan proses penanganan secara lebih cepat dan tepat sehingga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih lancar, aman, nyaman dan berkeselamatan bagi pengguna jalan. Sejumlah fitur yang saat ini sedang dikaji untuk diintegrasikan melalui Aplikasi Travoy antara lain informasi rumah sakit terdekat berdasarkan posisi pengguna serta kanal pelaporan kecelakaan dan bantuan darurat.
Selain memperkuat penanganan saat terjadi kecelakaan, kolaborasi juga diarahkan pada upaya pencegahan melalui pengembangan informasi titik rawan kecelakaan berdasarkan data historis dan analisis keselamatan. Fitur ini nantinya dapat digunakan untuk memberikan peringatan kepada pengemudi saat mendekati ruas jalan tol dengan tingkat risiko kecelakaan yang lebih tinggi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, penandatanganan MoU diawali dengan Pelatihan Penanganan Gawat Darurat (PPGD) dan prinsip dasar pertolongan pertama, yang turut dilengkapi dengan pengecekan kesehatan gratis bagi peserta. Pelatihan ini menjadi bentuk penguatan kompetensi personel agar memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan yang memadai dalam menghadapi situasi darurat, termasuk memberikan pertolongan awal kepada korban kecelakaan sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Pelaksanaan PPGD dan pemeriksaan kesehatan menegaskan bahwa transformasi layanan keselamatan tidak hanya bertumpu pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga kesiapan personel yang sehat, kompeten, dan sigap sebagai garda terdepan dalam memberikan respons di lapangan. Melalui kolaborasi tersebut, Jasa Marga dan Jasa Raharja berkomitmen membangun ekosistem keselamatan jalan tol yang turut menghadirkan informasi, pertolongan, dan perlindungan yang semakin terintegrasi dan semakin dekat dengan masyarakat. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memberikan pengalaman berkendara yang lancar, aman, nyaman dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan tol.












