Anwar Hafid: Prioritas Kami Rakyat, Bukan Kontestasi 2031

Kota Palu9 Dilihat
banner 468x60

Poin Utama

  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah duet kepemimpinan Anwar Hafid dan Reny A. Lamadjido menghadapi tantangan daerah yang kompleks meski masa pemerintahan masih tergolong baru.
  • Pemerintahan pasangan BERANI memprioritaskan penyelesaian persoalan mendasar masyarakat sebagai fokus utama pembangunan daerah.
  • Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian utama meliputi tingginya angka kemiskinan, banyaknya rumah tidak layak huni, tingginya angka pengangguran, serta kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan antarwilayah.
  • Sektor ketenagakerjaan dan perlindungan buruh juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  • Gubernur Anwar Hafid menegaskan pemerintahannya lebih fokus mengurus kebutuhan rakyat dibanding memikirkan dinamika politik menuju Pilkada 2031.

Palu, Caralain.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah duet kepemimpinan Dr.Anwar Hafid, M.Si-dr.Reny A Lamadjido  yang baru “seumur jagung” menghadapi tantangan daerah yang dinilai sangat kompleks. Berbagai persoalan mendasar masyarakat menjadi fokus utama pemerintahan pasangan BERANI dalam membangun Sulawesi Tengah yang lebih maju dan sejahtera.

banner 336x280

Beragam persoalan tersebut mulai dari masih tingginya angka kemiskinan, banyaknya rumah tidak layak huni, pengangguran, hingga kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan antarwilayah di Sulawesi Tengah. Selain itu, sektor ketenagakerjaan dan perlindungan buruh juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa pemerintahannya saat ini memilih fokus menangani kebutuhan dasar masyarakat dibanding memikirkan dinamika politik lima tahunan.

“Sekarang ini kita fokus dulu urus rakyat, daerah kita masih banyak orang miskin, masih banyak rumah tidak layak huni, masih banyak pengangguran dan lain-lain yang menjadi tantangan daerah. Olehnya kita fokus di situ dulu,” tegas Anwar Hafid menjawab konfirmasi media ini, Ahad (16/5/2026) melalui pesan WhatsApp.

Saat disinggung mengenai munculnya opini sebagian pihak yang mulai menggiring isu rivalitas politik menuju Pilkada 2031 dengan memunculkan nama Hadianto Rasyid sebagai penantang baru, Anwar Hafid mengaku belum memikirkan kontestasi politik tersebut.

“InsyaAllah siapapun yang merasa bisa memimpin Sulteng tunggu saja 2031, baru kita sama-sama ikut pilkada. Siapapun yang terpilih kita serahkan kepada masyarakat yang menilainya,” ujarnya.

Menurut Anwar Hafid, saat ini pemerintahan BERANI lebih memprioritaskan realisasi sembilan program unggulan menuju “Sulteng Nambaso” sebagai arah pembangunan daerah lima tahun ke depan. Program tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT Jadi Program Andalan

Program BERANI CERDAS menjadi salah satu program unggulan melalui penyediaan pendidikan gratis hingga tingkat perguruan tinggi lewat skema “Nambaso” (Anak Miskin Bisa Sekolah). Program ini juga mencakup pemberian beasiswa bagi siswa, mahasiswa, guru, serta pelatihan bagi generasi milenial dan Gen Z.

Sementara itu, program BERANI SEHAT menghadirkan layanan pengobatan gratis bagi seluruh warga ber-KTP Sulawesi Tengah melalui BPJS, fasilitas kesehatan untuk masyarakat miskin, pembangunan rumah sakit berstandar internasional, hingga pemberian gizi dan susu bagi balita berisiko stunting.

Dua program tersebut dinilai mampu membantu masyarakat mengurangi beban pembiayaan pendidikan dan kesehatan.

“Masyarakat tidak perlu lagi menjual harta bendanya untuk melanjutkan pendidikan anak-anaknya maupun membiayai pengobatan,” ungkap salah satu penerima manfaat.

Selain BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT, tujuh program prioritas lainnya juga mulai dijalankan, yakni:

  • BERANI Lancar: pembangunan dan peningkatan jalan desa sepanjang 1.000 kilometer serta pembukaan akses strategis daerah.
  • BERANI Menyala: pemerataan listrik hingga desa terpencil.
  • BERANI Berkah: penguatan kehidupan keagamaan dan dukungan rumah ibadah.
  • BERANI Makmur: pemberdayaan ekonomi rakyat dan pembukaan lapangan kerja.
  • BERANI Harmoni: menjaga kerukunan dan kelestarian lingkungan.
  • BERANI Sejahtera: perlindungan sosial dan peningkatan pendapatan masyarakat.
  • BERANI Berintegritas atau Berani Samporoa: tata kelola pemerintahan bersih dan antikorupsi melalui Command Center pengaduan masyarakat.

Ribuan Mahasiswa Sudah Rasakan Manfaat Beasiswa BERANI CERDAS

Program BERANI CERDAS tahun 2025 tercatat telah menjangkau 23.569 penerima manfaat di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Di Universitas Tadulako, sebanyak 10.768 mahasiswa telah terverifikasi menerima bantuan. Kemudian di UIN Datokarama Palu sebanyak 2.173 mahasiswa resmi terdaftar sebagai penerima manfaat. Sisanya tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta lainnya.

Beberapa penerima manfaat di antaranya Marwan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dasar Untad, Diat Fauzan mahasiswa Fakultas Teknik Untad, serta Wiwik dan Indah mahasiswa Universitas Lamadjido.

Para mahasiswa mengaku sangat terbantu dengan program tersebut karena mampu meringankan biaya pendidikan, termasuk pembayaran UKT hingga pembiayaan program studi dengan biaya tinggi seperti Fakultas Kedokteran.

Selain itu, program tersebut dinilai merata dan terbuka bagi seluruh kalangan, termasuk anak pegawai negeri yang memiliki prestasi akademik.

Mahasiswa juga menilai Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pendidikan generasi muda daerah.

Sempat Dikritik DPRD, Pemerintah Pilih Fokus Bekerja

Meski sempat mendapat kritik dari sejumlah anggota DPRD Sulawesi Tengah, termasuk Marselinus dari Fraksi PERINDO dan Suryanto dari Fraksi PDIP yang meminta program dievaluasi sementara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tetap melanjutkan pelaksanaan program BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT.

Pemerintah menilai kritik menjadi bagian dari proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat program semakin dirasakan masyarakat luas.

“Tapi yang pasti cepat atau lambat Insya Allah akan terwujud melalui kerja keras dan kolaborasi semua pemangku kepentingan. Kritikan dari manapun itu menjadi motivasi untuk lebih menyukseskan 9 program BERANI itu. Kami tidak perlu berbalas pantun di ruang publik, tapi menjawab kritikan dengan kinerja makin lebih baik,” tandas Anwar Hafid.

Di tengah dinamika politik menuju 2031 yang mulai diperbincangkan sebagian kalangan, Anwar Hafid menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Gubernur Reny Lamadjido saat ini tetap fokus bekerja untuk rakyat dan memastikan program-program prioritas berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *