Palu, Caralain.id – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sulawesi turut memantau perkembangan konflik di kebun sawit, milik PT Lestari Tani Teladan (LTT) di Desa Toviora, Rio Pakava, Kabupaten Donggala.
“Kami memantau dalam kapasitas sebagai asosiasi. Kami tidak ingin mengintervensi internal perusahaan yang berkonflik,” kata Ketua GAPKI Cabang Sulawesi Dony Yoga Perdana di Palu, Rabu.
PT LTT merupakan salah satu dari 18 perusahaan kelapa sawit yang tergabung dalam GAPKI Sulawesi. Menurut dia, tim dari perusahaan anggota GAPKI mempunyai solusi terkait persoalan dalam perusahaan, dengan berkolaborasi bersama pemerintah daerah setempat.
Dia juga berharap rekomendasi yang dikeluarkan oleh tim gugus reforma agraria (GTRA) Pemerintah Kabupaten Donggala dapat dilaksanakan oleh berbagai pihak.
Sebelumnya, Ratusan masyarakat dari Aliansi Desa Toviora melakukan panen paksa buah sawit, di kebunkebun sawit di Desa Toviora, Rio Pakava, Donggala, Jumat (6/2). Berdasarkan laporan yang dihimpun Caralain.id, kerusuhan sempat terjadi antara masyarakat dan petugas keamanan perusahaan. Petugas mengimbau agar aliansi tidak membawa buah hasil panen keluar dari kebun.
Diuntungkan dengan jumlah yang banyak, masyarakat tetap memaksakan untuk membawa enam pick up buah sawit yang sudah dipanen. Pihak perusahaan dan petugas keamanan dari Polsek Rio Pakava juga mengimbau agar masyarakat menghentikan aksi mereka.
Lahan tersebut masuk dalam hak guna usaha (HGU) perusahaan, berdasarkan hasil mediasi yang dilakukan tim gugus reforma agraria (GTRA) Pemkab Donggala. Dalam mediasi dengan Tim GTRA telah ditetapkan dalam surat nomor 500.17.4/20/DISPERKIMTAN/XI/2025, setiap tuntutan dan aktivitas pendudukan Lahan, serta pemanenan sawit yang dilakukan oleh masyarakat/aliansi berada di atas lahan HGU perusahaan.




















