Program RICC Terbukti Efektif, Sabo Dam Pakuli Utara Jadi Andalan Pengendalian Sedimen

banner 468x60

Sigi, Caralain.id – Program River Improvement and Sediment Control Component (RICC) yang bertujuan untuk mitigasi bencana banjir bandang serta aliran sedimen pascagempa dan likuefaksi di wilayah Sulawesi Tengah hingga kini berjalan sesuai harapan.

Salah satu infrastruktur penting dalam program tersebut adalah Sabo Dam yang terletak di Desa Pakuli Utara, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi. Berdasarkan pantauan Caralain.id di lokasi pada Jumat (23/1), kondisi bangunan sabo dam terlihat kokoh dan berfungsi dengan baik.

banner 336x280

Sabo Dam ini dibangun untuk menahan material longsoran serta sedimen yang terbawa arus sungai, sehingga dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada kawasan permukiman dan lahan produktif milik masyarakat. Infrastruktur ini menjadi sangat vital mengingat Desa Pakuli Utara dan wilayah sekitarnya berada di jalur rawan bencana.

Proyek Sabo Dam tersebut sebelumnya dikerjakan oleh PT Waskita Jaya Purnama (WJP) melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT Medal Jaya Utama. Pembangunannya didanai melalui pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan nilai mencapai Rp164,093 miliar.

Terkait isu miring yang sempat beredar mengenai adanya retakan di beberapa titik bangunan, hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak benar. Seluruh struktur sabo dam terlihat dalam kondisi baik dan tidak ditemukan adanya retakan sebagaimana yang diisukan.

Fadil, salah satu pihak yang dipercaya perusahaan untuk mengawasi dan memonitor perkembangan sabo dam, menegaskan bahwa kondisi bangunan saat ini aman.
“Kondisinya aman, tidak ada retakan seperti yang diisukan,” ujar Fadil saat ditemui di lokasi.

Ditemui terpisah, Anton, warga Desa Pakuli Utara, mengatakan keberadaan Sabo Dam sangat membantu masyarakat. Menurutnya, warga sekarang merasa lebih tenang karena bangunan tersebut menahan material dari hulu sungai.
“Sejak ada sabo dam ini, kami merasa lebih aman. Kalau hujan deras, tidak terlalu takut lagi. Kondisinya juga masih bagus, tidak ada retakan seperti yang orang bilang,” kata Anton.

Dengan kondisi infrastruktur yang terjaga dan berfungsi optimal, diharapkan Sabo Dam Pakuli Utara dapat terus memberikan perlindungan bagi masyarakat sekitar dari ancaman banjir bandang dan aliran sedimen di masa mendatang. (JackLee)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *