Pakaian Adat Lore Mondulu Dikhawatirkan Punah, Generasi Muda Dinilai Kurang Peduli

Home5 Dilihat
banner 468x60

Palu, Caralain.id  – Upaya pelestarian pakaian adat Lore Mondulu terus dilakukan oleh para pemerhati budaya di Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu. Pakaian adat yang berasal dari wilayah Lore ini memiliki nilai historis dan filosofis yang tinggi, mencerminkan identitas serta kearifan lokal masyarakat setempat. Namun, seiring perkembangan zaman, keberadaannya mulai jarang digunakan, terutama di kalangan generasi muda.

Salah satu pelestari pakaian adat Lore Mondulu, Yonatan Toki, mengungkapkan bahwa menjaga warisan budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Ia menilai pakaian adat tidak boleh sekadar menjadi pajangan, melainkan harus terus diperkenalkan dan digunakan dalam berbagai kesempatan.

banner 336x280

Saat ditemui media ini di kediamannya di Kota Palu, Yonatan menjelaskan bahwa pakaian adat Lore Mondulu memiliki ciri khas tersendiri, baik dari segi bahan, motif, maupun cara pemakaiannya. Setiap detail dalam pakaian tersebut mengandung makna, mulai dari simbol status sosial hingga nilai-nilai kehidupan masyarakat Lore di masa lampau.

“Pakaian adat Lore Mondulu ini bukan hanya sekadar busana, tetapi juga simbol jati diri dan sejarah masyarakat kita. Kalau tidak kita jaga, lama-lama bisa hilang dan dilupakan,” ujar Yonatan.

Ia juga menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah kurangnya minat generasi muda dalam mengenal budaya daerah.

“Anak-anak sekarang lebih mengenal budaya luar dibandingkan budaya sendiri. Ini yang menjadi perhatian kita bersama agar warisan leluhur tetap hidup,” imbuhnya.

Dalam upaya pelestarian, Yonatan aktif melakukan edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda. Ia terus memperkenalkan pakaian adat tersebut melalui kegiatan budaya, baik di sekolah maupun acara adat.

“Kami berupaya memperkenalkan pakaian adat ini melalui kegiatan budaya di sekolah maupun acara adat, supaya mereka tahu dan bangga dengan identitasnya,” jelasnya.

Yonatan berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan budaya lokal. Menurutnya, pelestarian budaya tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak.

“Pelestarian ini tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan generasi muda agar pakaian adat Lore Mondulu tetap lestari dan dikenal hingga ke masa depan,” tutupnya.

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *