Palu, Caralain.id – Provinsi Sulawesi Tengah dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan bahasa dan budaya yang sangat beragam di Indonesia. Keanekaragaman ini menjadi bagian penting dari identitas masyarakat sekaligus warisan budaya yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.
Di wilayah etnik Kaili, tercatat terdapat sekitar 47 jenis bahasa dan dialek, yang digunakan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk di Palu dan sekitarnya. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong ditemukan puluhan ragam bahasa lokal, yang menunjukkan kekayaan tradisi linguistik di daerah ini.
Selain kekayaan bahasa, Sulawesi Tengah juga memiliki sejumlah Warisan Budaya Tak Benda yang telah diakui secara nasional oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Beberapa di antaranya adalah tradisi Souraja dari Banua Oge, kerajinan kulit kayu, serta patung megalit yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat setempat. Pengakuan tersebut diberikan dalam bentuk sertifikat sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya perlindungan terhadap budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Budayawan Sulawesi Tengah, Siti Norma Marjanu, menegaskan pentingnya menjaga kekayaan bahasa dan budaya di daerah ini.
“Sulawesi Tengah memiliki keragaman bahasa dan budaya yang luar biasa. Ini adalah kekayaan yang tidak dimiliki semua daerah. Karena itu perlu didokumentasikan dan dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,”ungkapnya bangga.
Untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya tersebut, tim pengkaji Warisan Budaya Tak Benda melakukan berbagai langkah, mulai dari pendataan, penelitian, hingga dokumentasi budaya yang tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Tengah. Proses ini melibatkan para ahli budaya, akademisi, hingga tokoh adat yang memahami sejarah dan nilai-nilai tradisi setempat.
Melalui proses pengkajian tersebut, berbagai unsur budaya yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal diusulkan untuk mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda di tingkat nasional.
Meskipun masyarakat Sulawesi Tengah memiliki beragam bahasa dan budaya, semangat untuk saling memahami dan menjaga persatuan tetap menjadi kekuatan utama. Keanekaragaman tersebut justru dipandang sebagai kekayaan yang memperkuat identitas budaya masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari warisan budaya bangsa Indonesia.




















