Dua Anak Lebih Sehat, Wagub Reny Ajak Keluarga Tingkatkan Kesadaran KB

Home6 Dilihat
banner 468x60

Palu, Caralain.id  – Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes berharap slogan “Dua Anak Lebih Sehat” makin kuat bergema di masyarakat sebagai langkah memperkuat kesadaran keluarga berencana demi terwujudnya generasi Sulawesi Tengah berkualitas.

“Dua anak lebih sehat dan lebih baik. Berencana itu keren,” ucap Wakil Gubernur Reny dalam sambutan saat membuka Rakorda Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026, di Hotel Gransya, Kamis (12/3/2026).

banner 336x280

Menurutnya, penerapan prinsip dua anak lebih sehat dalam keluarga dapat memberikan ruang bagi keluarga untuk lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan kesehatan, pendidikan, dan gizi anak. Dengan begitu, peluang anak tumbuh sehat dan terhindar dari stunting diyakininya akan semakin besar.

Lebih lanjut dalam konteks pencegahan stunting, Wagub Reny meminta pengintegrasian dua instrumen pengukuran yakni SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) dan e-PPGBM (elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) guna mendapat gambaran penanganan stunting yang komprehensif.  Menurutnya pentingnya e-PPGBM untuk pencatatan data anak di Posyandy/Puskesmas sehingga membantu pemantauan kasus stunting secara bulanan. Dengan langkah ini, ia optimis intervensi program akan lebih cepat dan tepat sasaran.

Beberapa indikator tambahan yang perlu diperhatikan antara lain berat badan anak yang berada di bawah standar ideal, respon motorik yang lemah, kemampuan konsentrasi yang menurun, hingga kondisi imunitas yang rendah sehingga anak lebih rentan terserang penyakit.

“Melihat stunting bukan hanya dari faktor tinggi badan tapi juga dari faktor-faktor lain,” tegasnya mengingatkan.

Wakil Gubernur menekankan pentingnya pendekatan kunjungan langsung ke rumah keluarga sasaran dalam upaya percepatan penanganan stunting. Hal ini terutama ditujukan kepada keluarga yang sudah terdata dalam sistem e-PPGBM, namun jarang datang ke Posyandu atau Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan rutin. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Program ini mendorong kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk bersama-sama membantu keluarga berisiko stunting melalui dukungan pendampingan dan pemenuhan gizi anak.

“Saya harap Kepala OPD ikut Genting,” ajaknya mendorong partisipasi kepala perangkat daerah menjadi orangtua asuh mencegah stunting.

Pada kesempatan yang sama, ikut dilakukan penandatanganan MoU pelaksanaan program Bangga Kencana antara BKKBN Perwakilan Sulteng dengan sejumlah mitra kerja sebagai langkah memperkuat sinergi dan kolaborasi pembangunan keluarga berkualitas.

Hadir di pembukaan Rakorda secara daring, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Dr. Wahidin, M.Kes.

Sementara pejabat lainnya nampak Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah Tenny Calvenny Soriton, S.Sos, M.M, Kepala Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah, drg. Herry Mulyadi, M.Kes, Forkompimda, Perwakilan Organisasi Masyarakat, Organisasi Profesi Kesehatan, dan Mitra Kerja.

 

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *