Belasan Miliar Digelontorkan, Proyek Jalan Bora–Pandere Terkelupas dan Bergelombang! Ada yang Salah?

Berita58 Dilihat
banner 468x60

Sigi, Caralain.id – Proyek peningkatan ruas Jalan Bora–Pandere 1 dan 2 di Kabupaten Sigi yang menelan anggaran belasan miliar rupiah kini menuai sorotan. Pasalnya, kondisi jalan yang baru selesai dikerjakan awal Januari 2026 tersebut sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Kerusakan dini pada proyek peningkatan ruas Jalan Bora–Pandere 1 dan 2 terlihat mengelupas dan pecah-pecah. Selain pecah-pecah,titik lainnya terlihat bergelombang, kondisi ini mengindikasikan adanya pergerakan atau penurunan pada lapisan bawah jalan. Ada kemungkinan agregat atau tanah dasar ketika proyek berjalan tidak dipadatkan secara maksimal sebelum aspal dihamparkan,sehingga  struktur perkerasan mengalami deformasi saat menerima beban kendaraan.

banner 336x280

Sejumlah warga yang melintas mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Mereka menilai kualitas pengerjaan proyek perlu dievaluasi agar kerusakan tidak semakin parah dan membahayakan pengendara.

“Baru juga selesai dikerja bulan lalu pak, tapi sudah banyak yang rusak dan pecah, baru kayak tipis sekali aspalnya. Kalau di kase biar, bisa ada kecelakaan. Komiu lihat yang di Lambara itu pak, sudah banyak yang bergelombang dan retak, tapi dorang tempel lagi,” ujar Rano warga desa Maranata, Minggu (16/01).

 

Ruas Jalan Bora–Pandere merupakan jalur strategis yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi dan menjadi akses utama bagi aktivitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga sehari-hari. Dengan kondisi aspal yang terkelupas dan bergelombang, pengguna jalan terpaksa mengurangi kecepatan untuk menghindari risiko kecelakaan.

Mengutip apa yang disampaikan Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, beberapa waktu lalu bahwa Kabupaten Sigi mendapatkan alokasi dana sebesar Rp100 miliar melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2025.

Menurutnya, anggaran tersebut akan difokuskan pada peningkatan konektivitas antarwilayah, penguatan akses ekonomi masyarakat, serta pembukaan isolasi sejumlah desa terpencil. Dari empat pembangunan ruas jalan tersebut satu diantaranya adalah ruas Bora – Pandere. Program ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses transportasi.

Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Untuk di ketahui, proyek peningkatan ruas Bora–Pandere sendiri merupakan bagian dari program perbaikan infrastruktur yang dikelola oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sulawesi Tengah. Proyek ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 dan berada di bawah pengawasan langsung Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga.

Adapun proyek tersebut dilaksanakan dalam dua paket pekerjaan. Paket Bora–Pandere 1 memiliki nilai kontrak sebesar Rp12.583.363.657 dan dikerjakan oleh CV Kita Pura Membangun dengan tanggal kontrak 28 November 2025. Sementara paket Bora–Pandere 2 bernilai Rp17.764.959.260 dan dikerjakan oleh PT Salsabila Praya Indotama dengan tanggal kontrak 2 Desember 2025. (JL)

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *