Gelanggang Renang Belum Rampung, Warga Ragukan Kesiapan Jelang Porprov Sulteng 2026

Sulteng29 Dilihat
banner 468x60

Morowali, Caralain.id – Semangat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali untuk menyukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi  (PORPROV) Sulawesi Tengah 2026 tampaknya harus menghadapi kendala. Salah satu fasilitas penting yang dipersiapkan, yakni gelanggang renang di area Sports Center Desa Bahomohoni, Kecamatan Bungku Tengah, kawasan KTM Fonuasingko, hingga kini belum juga rampung.

Padahal ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada 2 hingga 11 November 2026 mendatang. Dengan waktu yang semakin dekat, progres pembangunan fasilitas cabang olahraga renang itu dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.

banner 336x280

Proyek pembangunan gelanggang renang yang berlokasi di Kompleks Perkantoran Fonuasingko, Bungku, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, terkesan berjalan di tempat.

Pantauan media ini pada pekan kemarin, pekerjaan yang terlihat baru sebatas pengerjaan pondasi dasar kolam saja. di lokasi proyek terlihat satu unit ekskavator terparkir di area pembangunan. Namun aktivitas pekerjaan tampak belum berjalan maksimal dan belum menunjukkan percepatan signifikan sebagaimana diharapkan.

   

Proyek ini berada di bawah tanggung jawab Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Morowali Tahun Anggaran 2025, dengan nilai anggaran sebesar Rp7.597.548.000,00. Dalam dokumen kontrak, pekerjaan seharusnya mencakup tahapan persiapan, pembangunan struktur kolam, serta berbagai item pekerjaan baru lainnya.

Meski demikian, realisasi fisik di lapangan dinilai belum sebanding dengan cakupan pekerjaan yang tercantum dalam kontrak. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan kesiapan Morowali sebagai tuan rumah, khususnya untuk cabang olahraga renang yang membutuhkan fasilitas berstandar kompetisi.

Minimnya progres pembangunan hingga penghujung bulan Februari 2026 ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Dengan waktu pelaksanaan Porprov yang kian dekat, warga mempertanyakan apakah proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu. Bahkan, muncul kekhawatiran apabila pengerjaan dipaksakan demi mengejar target, kualitas bangunan justru diragukan.

“Kami minta proyek ini diaudit secara terbuka. Anggarannya tidak sedikit, hampir Rp7,6 miliar, jadi wajar kalau masyarakat ingin tahu sejauh mana progres dan realisasi penggunaannya. Jangan sampai nanti dikebut menjelang Porprov lalu kualitasnya tidak maksimal,” ujar Wiryawan warga Bungku Tengah kepada media ini pekan lalu.

Untuk diketahui Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Lunetta Khatulistiwa sebagai pelaksana kegiatan. Masyarakat berharap adanya percepatan pengerjaan serta pengawasan lebih ketat agar pembangunan dapat segera dituntaskan sesuai target waktu.

Dengan sisa waktu yang semakin terbatas, komitmen dan langkah konkret dari seluruh pihak menjadi kunci agar Morowali dapat menyambut dan menyukseskan Porprov Sulawesi Tengah 2026 secara optimal. (JL)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *